GURU KENCING BERDIRI, MURID KENCING BERLARI


GURU KENCING BERIDIRI
MURID KENCING BERLARI
(Ini pepatah zaman Suharto je)
Sekarang zamane ..................
GURU KENCING BERDIRI
MURID KENCINGI GURU.

Dulu ketika aku masih duduk di bangku sekolah SD/MI , pernah melakukan kesalahan yang sifatnya judi (roler) waktu itu, klo sekarang aku gak tahu, saat itu aku langsung di laporkan guru wali kelas, dan aku langsung di hukum habis-habisan, di sabet pake rotan tiga kali, kemudian hukum tambahan yaitu di paket berdiri dua jam di kelas lain, seperti di pajang di depan kelas.
Setelah pulang kerumah, bapak ibuku juga mendengar klo aku di hukum guru karena kesalahanku, sebelum aku masuk rumah bapak ibuku sudah menyiapkan kayu luntas di yang biasa di tanam di pinggir pagar rumah.
Bapakku bertanya, "Son rene , bener kowe di hukum gurumu? Aku cuma diam menundukkan kepala, dan takut! Seketika itu bapakku menghajar geger, bokong , kaki, pake kayu itu, sampe gegerku memar,(galeri kabeh), ibuku juga demikian, aku teot bokongku sampe gosong, aku di Bondo, tanganku di ikat sampe kaki, dan gak di kasih makan.
Masalah sudah selesai,

3 jam kemudian ikat tanganku di lepas, dan aku melanjutkan sekolah madrasah sore, juga hukum kembali di rotan 3 kali,
Begitu juga dengan aku mengaji di malam hari , juga di hukum guruku , di sabet rotan juga,
Ya gitu lah, satu kesalahan yang menghukum banyak,
Salah satu guru yang mendekati aku dengan bahasa halus, dan bilang,"Son bapakmu ki apik, wong anteng, kok kowe biso main dadu rolet barang, sopo sing ngajari"?   Aku cuma diam gak bisa jawab apa apa!

Ini lah perjalanan pendidikan ku jaman dahulu, semuanya memperhatikan tentang akhlaq anak didiknya,
Setelah dewasa, aku merenungi dan bersyukur kepada mereka, karena aku di hukum karena kesalahanku,
Coba bayangkan seandainya aku gak di hukum guru, bapak ibuku,  waktu itu, mungkin aku sekarang ini Sudah jadi bajingan.

Dari sekian banyak peristiwa  pendidikan perjalananku sampe aku bisa menyimpulkan dengan kata kata indah.
Kalau ada anak Didik,  murid (siswa, pelajar, Mahasiswa) melakukan kesalahan, tidak di tegur, tidak di hukum orang oleh guru , atau orang tua, maka dialah yang merusak pendidikan.
Klo pendidikan tidak ada peraturan hukuman kepada anak Didik yang bersalah, lantas untuk apa pendidikan di dirikan!
Klo lembaga pendidikan hanya mengajar ilmu ilmu informasi, yo opo bedane karo pengumuman pos kampling,
Terus pye? Di obong sekolahan atau di gawe ajang golek duwit?......

Pertanyaannya ,
bagaimana dengan murid sekarang!
Murid salah di hukum guru, lapor orang tuanya ,
Sang guru di lewat di jalan langsung di kalung celurit orang tua murid.

Bapakne bar ngalungi celurit Gurune,
Terus anake wis sekolah SMP njaluk motor karo bapakke , sambil gowo celurit, "bapak aku tukokke motor aku wis gede, nak ora di tukokke, tak obong omahe!

@@@@@@@@@@@@@@@@@
_________lek son
Bersambung