OH BUNGA MALANG BUNGAKU SAYANG



Jangan bersedih atas problematika yang ada, semuanya akan berlalu,
Matahari akan mengelilingi dan berputar menyinari bumi
Hari pun akan berganti, mengikuti waktu.
Kangen yang terpendam, akan membuka cakrawala baru di saat pertemuan,
Hargailah keadaan, karna waktu yang akan menyaksikan.

Dunia tak selebar daun kelor
Semuanya bisa di capai dengan berusaha dan berdoa.
Jangan berandai-andai seblum terbitnya fajar
Karena ada fajar yang lain yang berubah gelap.
Manusia bisa berencana, tetapi semua misterius.

Oh bungaku!
Sungguh elok di mataku, tapi sulit aku menjagkaumu
Semerbak harum, tapi di sekelilingmu gak tahu.
Kumbang datang hanya sekedar mampir
Stelah mengisap madu, pergi tanpa pamit

Suasana menjadi tak karuan ketika badai angin menerjang
Patah tangkai, layu di siram hujan
Bunga menangis, merenungi nasib
Auranya hilang tak tau kemana perginya
Kini bunga harus belajar mengembalikan auranya.

Sesibuk apapun seorang wanita, pasti dan pasti akan selalu teringat pada orang yang pernah merubah hidupnya berubah menjadi ceria, bangkit lagi semangatnya, nyaman hatinya,  meskipun yang di sayangi jauh dari pandangan.

Sesuatu akan menjadi jauh, bila gak pernah sedikit mengerti tentang kehidupan, tidak mengetahui sifat dan karakter masing-masing, saling cuek satu sama lain, tidak pernah memahami, meskipun dalam satu ruangan keluarga ,
Dan sebaliknya nya, sesuatu akan menjadi dekat, bila saling menghargai, melengkapi, memahami, mengerti, dan saling menghormatinya.

Begitu juga dengan seorang laki laki bijak, akan selalu menanti senyuman, mendengarkan keluhan sang perempuan, memahami apa yang lakukan dan mengerti jerih payahnya , menghargai apa yg di milikinya, dia akan selalu mendukung apa yang cita-citakannya, meskipun cita cita belum terlaksana.

_________ jogjakarta / Senin / 15 / Agustus / 2016
(Lek son)