KATA MUTIARA PUJANGGA DESA




Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun.
Jagan menceritakan tentang siapa keturunanmu pada siapapun.
karena orang yang menyukaimu belum tentu butuh itu, dan yang membencimu juga belum tentu percaya itu. "

Jika ada orang datang kepadamu untuk berdiskusi, maka awalilah dengan merendah diri.
Jangan ceroboh menyampaikan ilmumu, karena banyak orang muak dan muntah dengan ilmu seseorang, kerana gegabah dalam menyampaikan.

Jangan lah memaksa diri untuk menyampaikan ilmu, itu bisa membuatnya berpaling darimu.
Janganlah mencari perdebatan, Carilah kelemahan dalam berdiplomasi, maka suatu saat ilmu akan di butuhkan banyak orang.

Teruslah melangkah ke depan selama engkau berada di jalan yg baik, meskipun terkadang kebaikan tidak selamanya dihargai.
Hindarilah pujian, agar hatimu selalu butuh bimbingan dari Tuhan.
Dan senyumlah bila di caci-maki orang, agar hari nurani mu bisa introspeksi diri kesalahan dan kekhilafan di masa silam.

Lanjutkan cita-citamu selama engkau masih hidup dalam naungan kebaikan, meskipun dalam bercita cita tidak 100% tercapai, karena Tuhan tidak melihat persennya, tetapi Tuhan melihat sejauh mana ia bersungguh sungguh dalam bercita cita kebaikan.

Jika Tuhan ridho atas dirimu, maka Tuhan akan mengirim malaikat untuk mendampingimu stiap langkahmu. Dan orang orang di sekitarmu akan sayang kepadamu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik.
Hidup itu bukan siapa yang terhormat, tapi siapa yang mau berbuat terhormat.
Hidup itu bukan siapa yang paling mulya, tapi siapa yang mau berbuat Mulya.
Hidup itu bukan siapa yang paling memimpin, tapi siapa yang mau berfikir untuk mendidik generasi pemimpin.

Jika datang kepadamu gangguan, hinaan, cercaan,
Janganlah sedikitpun berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih pedih,
tapi berpikirlah bagaimana cara nembalas dengan yang lebih baik.

Teruskan dirimu dalam berusaha dan berikhtiar.
Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikutimu.”

Teruskan dirimu untuk muhasabah,
Jangan berhenti mengoreksi diri sendiri, Sehingga engkau menemukan cacatmu sendiri.

Teruskan dirimu untuk berdoa, jangan berhenti sampe engkau menangis merengek dihadapan Tuhan, sehingga engkau menemukan arti hikmah dalam kesabaran.

Semakin tinggi aklaq seseorang, maka semakin bosan membicarakan cacatnya orang.
Semakin rendah perilaku seseorang, maka semakin senang membicarakan cacatnya orang.
Semakin baik hati seseorang , maka semakin merasa paling jelek di hadapan orang.
Semakin sempurna ilmu seseorang, maka semakin merasa paling bodoh di mata seseorang.
_____________________
Jogjakarta / Senin / 20 / Maret / 2017.
Lek son wong ndeso.