GROBOGAN NEGRI PERKEBUNAN MAJAPAHIT

GROBOGAN NEGRI PERKEBUNAN DAN PERTANIAN

Pada masa kerajaan Majapahit dari mulai raja Raden wijaya sampe Raja Prabu brawijaya, grobogan, Blora, Sukoharjo dan sragen dan solo wilayah ini milik tanah kekayaan perkebunan khusus majapahit. Perkebunannya membentang luas yang meliputi alas sampe desa solo. Khusus wilayah Blora ditanami pohon jati , sehingga seluruh kekayaan hasil bumi grobogan di di kirim ke Majapahit demi kebutuhan para prajurit dan rakyatnya. Makanya orang sekarang di sebut tanah bengkok kerajaan.  Perkebunan ini yang di jaga oleh kepercayaan raja Majapahit Brawijaya yaitu juru tani bernama Ki Ageng tarup, tarup sendiri adalah anak selir dari raja sebelum prabu brawijaya. Sehingga Raden Bondan dititipkan kepada ke Ageng tarup sampe dewasa. Raden Bondan sendiri anak prabu Brawijaya yang terakhir menikah dengan selir yang terakhir yaitu "Dewi wandan wangi" keturunan darah biru kerajaan Sulawesi.

Nah sebelum nama grobogan wilayah itu di sebut alas . Sedangkan Grobogan sendiri adalah nama kotak grobog. bentuknya segi empat. Yang dulu dibuat menyimpan pusaka majapahit. pada jaman stelah kerajaan grobog itu sendiri malah di buat menyimpan padi.
Jadi jangan heran kalo grobogan sampe sekarang ini pertanian yang paling di soroti seluruh tanah Jawa. Terutama penghasilan padi.
Tidak berhenti di situ saja, bahkan keturunan tarup sangat banyak,  sehingga menyebar di daerah lain, ada yang menjadi juru alas (Mbabati alas belantara) alias jago menaklukan makhluk halus bisa menaklukan ilmu hitam , dan ada yang ahli dalam pertukangan dan jago pembangunan desain rumah, makanya jangan heran pemuda grobogan klo keluar bekerja di kota tetangga itu jago dalam pembangunan dan lihai dalam pertukangan, bahkan ada yang menjadi mandor bangunan dan pemborong.

Beberapa temen saya di paguyuban anak rantau  grobogan yang berada di  semarang, Jakarta maupun jogjakarta dan sekitarnya , menginformasikan ke saya, bahwa gedung gedung mewah di seluruh Jawa, adalah hasil dari tangan pemuda grobogan, termasuk lapangan bola mandala-krida jogjakarta. Bahkan 50% bangunan gedung gedung di Jakarta sampe seluruh tanah jawa juga hasil tangan anak grobogan. Meskipun mereka tidak mengenyam sekolah perguruan tinggi. Hanya lulusan SD/ paling banter SMP, tekat yang kuat, tidak pasrah dengan nasib, mereka mereka lebih unggul dari pada pemuda lain dalam urusan berkarya. Dan ini sudah teruji bertahun-tahun tahun.

Sebenernya Prabu Brawijaya memiliki banyak banyak istri, dan istri yang paling terakhir adalah selir , seorang pelayan dari Sulawesi. Yang bernama Dewi wandan wangi , dari pernikahan inilah muncul raden Bondan. Raden Bondan di jadikan menantu ki Ageng tarup (Joko tarup)  Sampe anak cucunya, Raden getas, ki Ageng Selo dan ada ki Ageng suro dan ki Ageng pemanahan sampe bawah kerajaan solo dan kesultanan jogjakarta atau Mataram dan Sultan Hamengkubuwono pertama yang melahirkan pengeran Diponegoro .

___________________
Lek son wong deso
Jogjqkqrta 2016