PERCIKAN MUTIARA DARI MASYARAKAT TERHADAP CAK-NUN


Apa yang anda dengar dan apa yang anda lihat selama ini, baik dari mulut-kemulut, ini bukan suatu rekayasa semata, semua itu adalah Fadlu-Minallah (anugrah dari Allah)
Ada beberapa hal yang harus kita catat sejarahnya bagi sedulur kabeh Sahabat generasi bangsa Nusantara. tiga tahun belakangan ini, Cak Nun dan Kiai-Kanjeng mendapatkan undangan sangat banyak dari lapisan masyarakat pedesaan di pelbagai pelosok daerah, maupun di berbagai lembaga institusi swasta, semuanya pada berusaha berebut ingin mendatangkan caknun dan kiai-Kanjeng.
Menurut informasi yang aku dapatkan dari beberapa dari progres jadwal maiyah, dan info dari temen-temen maiyah, banyak masyarakat gelisah dengan suasana sekarang saat ini, baik di dunia maya, dunia pendidikan, budaya, peradaban dan sistem pemerintahan indonesia. seakan-akan para pemegang kendali pemerintahan tidak bisa menjawab pertanyaan dan bagaiman cara menghadapinya dalam situasi dan kondisi sekarang ini.
Banyak kalangan LSM, paro tokoh sejarah masyarakat setempat, baik Ulama', khususnya kalangan para petani desa dan orang kecil di dusun, mereka semuanya pada muak dengan sistem pemerintahan sekarang ini,
Rakya kecil sudah capek dengan janji-janji gombal, yang di iming-imingi omong kosong oleh para pejabat pemerintah,
Orang dusun sudah lelah dengan prilaku para pejabat sekarang ini selalu mencampuri keinginan orang kecil,
Para petani desa selalu di suguhi pupuk yang sangat mahal, sehingga tak berani membeli kebutuhan petani,
Para gelandangan selalu tak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan sekolah, tak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuknya.
Saat ini masyarakat merasa lelah dan capek oleh ulah fatwa-fatwa kalangan yang menyatakan demikian. maka dari itu dengan risaunya masyarakat, banyak kalangan Ulama' setempat, atau tokoh setempat, di serahi masalah di atas.
Mestinya yang turun di lapangan atau yang mengatasi di berbagai desa adalah lurah camat dan para pejabat negara,  atau lembaga negara untuk mengatasi semua itu.
akan tetapi kenapa masyarakat malah memilih mengundang caknun? ....... lantas apa peran para aparat pemerintah selama ini memgang kendali pendidikan masyarakat? .............di jawab dewe-dewe njeh! sambil di coment dewe dewe.

Maka sebagian tokoh masyarakat ada yang mengundang Cak-Nun dan Kiai-Kanjeng yang mereka yakini atau bisa meredam kejengkelan masyarakat dapat menentramkan hati dan pikiran mereka dengan pemikiran dan tafsir independen serta di iringi bahasa filosof, yang mudah di fahami masayarakat tingkat petani dan buruh, dengan tutur-kata ramah yang di kemas dengan bahasa sosial yang tinggi. Bahkan aparat pemerintah, baik camat, kapolres sampe gento-gento dari luar daerah juga ikut hadir, kumpul ngaji bareng di acara maiyah.

Saat ini sebagian masyarakat desa, maupun masyarakat kota, merasa senang dan salut dengan hadirnya caknun, di tengah-tengah masyarakat, mereka kagum dan merasa terobati lukanya, setelah di injak-injak oleh sistem pemerintahan. Bahkan sebagian masayarakat ada yang kaget dan heran, malah ada yang berkata pelan; "Ini pengajian kok, ada yang gak pake kopiah, semuanya kebayakan anak muda, ada yang tatonan, ada yang pake topi, kaos oblong celana pendek., Ini Preman atau bukan sih. ungkapnya dengan suara lirih.
Menurut sebagian masyarakat, biasanya kalau ada pengajian masyarakat yang datang adalah orang tua yg berumur 50tahun ke atas, paling banter anak sekelas TPA,

Ketika caknun belum naik panggungnya kelihatnnya sepi, pas ketika caknun naik panggung, semua anak muda khususnya, pada berebutan untuk dekat dengan caknun, bahkan ada anak muda pake celana pendek yang yang PD nya mepeeeeet panggung, agar deket dengan caknun. yang lebih asyik adalah anak kecil seumuran SD ikut berdampingan di sebelahnya bersama beliu juga gak takut. malah sebagian temen mencuri foto anak itu dalam keadaan duduk jigang sambil dlongop. aja'ib kan. hehehee. artinya sebagian tokoh pendidikan menyebut CN ini bisa menguasai bahasa sosial anak kecil sampe orang dewasa, baik usia orang desa yang tidak sekolah maupun orang yang mempunyai gelar S3 dalam satu forum.

Itulah sekelumit cerita menurut pandangan kami yang aku dapatkan dari masyarakat setempat. ini baru cerita dari masyarakat desa, belum lagi cerita di kalangan para akdemisi dan budayawan lain. mungkin lebih menakjubkan.
Semoga dengan tulisan ini membuat kita semakin bersemangat hidup dan bisa menggali sejarah beliau dan juga bisa mengkaji para Ulama' yang sekaliber beliau, mungkin di daerah lain pasti ada ulama' yang di segani masyarakat luas. 
Dan semoga caknun di berkahi umur panjang, dan kiyai kanjeng selalu di sahat wal-afiyah, dan bisa menghadiri undangan masyarakat nusantara.
************************
JOGJAKARTA / Senin / 14 / September / 2015
Lek-Muhson wong ndeso
*************************************************
NB; klo ada yang salah di benerin ya!
salam seduluku Nusantara. oke.