JAKARTA DI UJUNG TANDUK MEMPRIHATINKAN


Kata  budayawan Indonesia bumi indonesia seperti wanita cantik, lembut , seksi sintal, dan aduhai, maka wanita selalu banyak orang melirik untuk menjadi rebutan para laki laki.
makannya jangan heran bumi Indonesia ini menjadi rebutan orang orang asing untuk mengeruk kekayaan Indonesia untuk di boyong ke luar negri.

Meskipun kami ini orang kecil rakyat jelata,
Kami tidak rela bumi pertiwi ini di injak injak oleh orang asing.

Kau datang sebagai tamu, tapi kau perlakukan tuan rumah sebagai budak.
Kau datang sebagai sok superhero, sok baik, sok bijak, tapi kau ingin merampas tanah ku.

Semua sudah kau rampas segalanya, belum puas kau perkosa tuan rumah.
Kakayaan bumi pertiwiku, kau kuras semuanya, pabrik dan perusahaan dah pindah ke tangan.
Tinggal pabrik tahu dan tempe yang aku miliki.

Tangisan anak yatim kau gusur dengan keserkahanmu
Nelayan kecil yang mencari nafkah untuk keluarganya, kau usir seperti binatang.
Kau iming-imingi permen (rumah susun), stelah kami terlunta-lunta.
Stelah itu kau Cekik leherku dengan uang bulanan.

Akhir akhir ini geger perdebatan Pil-Gub babakan masalah Ahok, padahal itu urusan wilayah Jakarta, tapi efeknya merembet ke seluruh jawa dan selurh rakyat Indonesia. Perdebatan ini bisa di bilang menjadi momok permasalahan sosial, baik etika maupun arogan yang suka ceplas ceplos terhadap kurang mengetahui sifat dan karakter orang Jawa, atau bahasa jawanya Ahok ini kurang sopan atau gak punya unggah-ungguh terhadap orang Jawa. Ya begitulah kiranya.

Saya sendiri bukan asli orang jakarta, tapi saya orang jawa yang mencintai orang Jawa khususnya Nuswantoro. Nah yang menjadi pokok permasalahannya adalah kenapa ini bisa terjadi di kalangan elit politik, baik kalangan ormas gerakan Islam maupun lembaga NU maupun muhammadiyah, keresahan ini menyimpan banyak misterius yang tak mungkin kita sebarkan ke khalayak orang.

Beberapa Minggu lalu saya bertemu dengan asli orang jakarta sempet ngobrol tentang pro dan kontra, antara Ahok dengan masyarakat Jakarta, ternya penduduk asli pribumi Jakarta itu cuma 20%, orang pendatang dari berbagai wilayah 40%, dan pengusaha cina dan orang asing 40%.  Dan yang paling kuat adalah pengusaha dari asing. karena pengusaha asing ini menguasai medan lapangan, baik uang, pengacara, hukum, kemiliteran, pejabat, dan dll. semuanya sudah di kuasai orang asing, meskipun tidak tampak dan sulit di buktikan.

Semua masalah di atas adalah sebagai renungan dan pelajaran, bahwa ini harus terjadi di kalangan ummat, Setiap menjelang pemilu maupun pil-gub atau Pil-Pres bisa di tebak, pasti dan pasti menjadi rame, dari mulai perang komitmen maupun perang dengan ayat Al-qur'an. Bahkan sang pemuja ahokpun pun ikut nimbrung angkat suara. saya sendiri juga gak tahu, apakah sang pemuja itu bayaran atau sudah di kontrak, semuanya misterius.

Sebenernya ini bisa di bahan PR untuk masyarakat Indonesia khususnya umat islam supaya rakyat ini bisa bersatu kembali, dari mulai NU, Muhammadiyah, dan golongan pemahaman lain, baik wahabi ,  FPI, salafi , LDII, dll, setelah geger membenci NU , dengan suka membid'ahkan kan orang, mensyirikkan orang, skarang geger lagi tentang ahok. urip kok ruwet men to bro!

Kalau orang debat karena kepandaian , itu masih lumayan, meskipun gak baik perdebatan itu, nah yang terjadi sekarang ini debat karena kebodohan. Artinya kebodohan kebablasan, sehingga terjadi perang ayat Alquran. Seandainya tidak menggunakan ayat Alqur'an, itu sudah jelas kok.

menurut saya pribadi, Kalau cari pemimpin yang asli pribumi Jawa aja. jangan cari pemimpin dari luar daerah. Kayak di Jawa gak pemimpin yang jujur. Malah ada yang bilang begini, " Pemimpin kafir yang jujur,  itu lebih baik dari pada pemimpin islam yang gak jujur. Ini suatu pemikiran yang kebablasan. Yang namanya kafir itu gak Bakalan jujur. Piye jal?....

Perdebatan surat al-maidah ayat 51 juga menjadi geger. sampe si nusron mengatakan, yang tahu tentang tafsir ini cuma allah. bukan ulama', ini lucu to. Kalau Allah bukan sebagai penafsir, tapi kebenaran.
gimana sih si nusron itu. Uteke krowak tenan.hahahaha

Satu hal lagi, Alquran itu "Kalamullah",klo kalamullah kemudian allah menafsiri sendiri, ini kan lucu.
yang namanya tafsir itu, prediksi, bisa benar bisa salah. hanya saja klo tafsirnya para ulama' ini memang di beri kelebihan Nur, cahaya imaniyah dan ilham dari allah swt. jadi mendekati kebenaran. begitulah kiranya.
_________
Bersambung!