ANAK PETUALANG DAN TRAGEDI SUNGAIKU.

AWAAAAAAAAAAAAS!
MINGGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIR
Aku arep jungkir walik,

Mungkin temen2 kalau melihat gambar ini akann tertawa sendiri di balik Leptop atau HP, tapi yang jelas foto inilah yang mengingatkan aku saat aku masih di bangku kelas 4 Madrasah Ibtida'iayah.
kesempatan karena waktu itu belum punya sumur, hehehe
Menjadi petualang anak desa yang di hiasi permainan khas lokal perkampungan, kecerdasan mulai tampak setelah usia dewasa. 

-----------------------------
kisah tragedi itu sekitar tahun 1989, Hari itu hari jum'at sekitar jam 11 siang, menjelang jumatan, menjadi hiburan kenangan untuk berpetualangan di sungai perbatasan antara desa tungu dan latak, yang malamnya di guyur hujan deras, sehingga sungai itu meluap di persawahan, saat kami bermandi sambil bluron di sungai itu datang seorang yang sudah tua pengembala kerbau, namanya mbah parmin jubel dari tungu, dialah yang sering kucing-kucingan untuk mencegah untuk mandi di situ, sampe aku sendiri kena sabetan pecut, tapi gak apa-apa, yang penting bisa selulup di sungai itu. kisah itu menjadi bahan ejekan bagi temen-temen yang lagi bluron.

Sekitar jam sepuluh pagi datang seorang anak kecil dari warga tungu, sendirian, tanpa mengajak temennya mandi, dia langsung loncat di jembatan itu, tanpa sadar, anak itu tenggelam sperti gak bisa berenang, kami dan temen melihat tragedi itu seperti biasa, gak ada masalah, paling nanti juga kembali, ya wajarlah anak kecil baru umur 10 tahunan. 

Pada kira jam 11. 30, Muslikin 9kampung karsanyar(cuntel) dan temen bercerita, kepada seseorang yang umurnya lebih tua, namanya lek Owi, sudin, supri, soroto, dan nursu'aib. bahwa tadi ada anak kecil lagi meloncat di atas jembatan itu, sampe sekarang gak kembali, akhirnya supaya percaya kami dan temen temen menunjukkan baju, sehinggga percaya, saat itu ada segerombolan warga tungu yang lagi mandi di sungai itu,  maka orang tungu itu membawa ke kedesa nya untuk di sampaikan kepada masyarakat setempat, bahwa ini bajunya siapa, setelah di cek, ternyata baju itu milik Muhtas, anaknya Lek Zain dan lek pakah, artinya cucunya mbah Kyai maksum Latak. 

Setelah jum'atan sekitar jam satu siang sebagian warga tungu itu berduyun-duyun mendatangi sungai itu untuk mencari anak itu. suasana menjadi terkejut, semua warga latak dan tungu bekerja sama untuk mencari anak yang tenggelam itu, sampe tengah malam jam 12 malam belum ketemu juga. sampe sekarang. sehingga dari keluarganya, yang bisa menemukan dapat hadiah dari mbah yai waktu itu.

Menurut mbah kiyai maksum waktu itu, anak yang tenggelam sudah di bawa alam jin dan mkhluk halus, karena sungai itu juga menyimpan misteri yang tidak bisa di ceritakan sejarahnya. di tempat itu dulu sering muncul memedi (perempuan cantik) kadang wajahnya jelek seperti segitiga, Egrang(makhluk yang tingginya seprti pohon kelapa, warga di situ sudah biasa di ganggu, tapi mereka biasa aja, kadang di buat hiburan bercerita di siang hari bersama temannya seerti nur su'ib 9anake mbah iskak).
Setelah kejadian itu kami dan temen temen, ya biasa aja, karena anak yang tenggelam itu gak bisa berenang. sementara kami dan temen lincah dalam berenang, kadang selulup seperti ikan bisa berenang di dalam air, itu sudah biasa. 
-----------
Bersambung je, jeh akeh ceritane. heheheheh
------------------------------

Ayo Bluron ning kali maneeeeeeh, lanang wedok campur ra popo