HAMBA YANG BERBISNIS SURGA


Masih ingatkah dulu ada artikel atau postingan yang berjudul "SURGA ITU TAK PENTING". yang di atas-namakan simbah caknun, sehingga di antara temen kita menyangka caknun gak butuh surga, saya kira kita jangan salah paham dulu, sebenernya itu bahasa sufi, bahasa makrifat, dan hakikat, jadi klo kita mendengar kalimat dari simbah Cak nun, jangan di makan mentah, coba di pelajari dulu / bertanya dengan Ulama' setempat,
Ohya temen-temen

Kami sebagai anak maiyah, akan berbagi ilmu dengan menurut pemahaman saya, meskipun caknun sendiri tidak menyuruh saya untuk menjelaskan, akan tetapi saya sebagai murid, kadang merasa sedih dan prihatin, bila ada temen2 yang salah paham. karena efeknya salah paham akan berdampak fitnah besar bagi temen2 sahabat maiyah yang masih baru gabung dengan grup ini, dan belum ketemu langsung dengan Simbah Caknun. karena di grup ini masih banyak yang belum mengenal simbah,

Apa yang di sampekan Cak nun, saya memahami, Surga itu janji allah di peruntukkan kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa, jadi intinya seorang hamba gak usah di mengharapkan dan gak usah menuntut untuk mencari surga, dan janji allah lebih pasti dari pada matahari yangg terbit dari timur, begitu kiranya.
Neraka juga demikian, akan di peruntukkan kepada hamba yang selalu tidak taat. akan tetapi itu garis syari'at.
Yang jelas mau surga atau neraka itu gak penting, itu semua ciptaan allah, makhluk semua, artinya saya tidak meremeh surga atau neraka, dan yang harus kita sadari bagaimana sikapmu di dunia bisa membuat allah tersenyum apa gak? allah ridlo apa gak, klo allah ridlo, semuanya akan di persilahkan untuk hamba nya. hehehe

Coba saja klo kita langsung di masukkan surga sendirian, tp allah mendiamkan, DWan, ning surga, tilang-tileng, koyo ketek di tulup, plingak-plinguk, ra ono koncone? gak ono widodari, ya to, kan waktu di dunia minta surga/ minta pamrih bayaran. gt,
Arti yang lain, coba seandainya kita di kasih rumah mewah, tp dewe'an, gak ada istri, gak ada koncone, yo stres tenan,
Kata Robi'ah adawiyah; "Aku bawakan kayu dan korek api, untuk membakar surga, agar seluruh hambamu tidak menuntut surga, artinya; "karena sekarang ini, hambamu merambisi menginginkan surgamu/ balasanmu, tidak mengharap ridlomu ya allah.
Dan Aku bawakan air sebanyak-banyaknya, akan aku siram neraka, biar hambamu tidak takut pada neraka, maksudnya karena hambamu tidak takut kepadamu ya allah, tapi takut pada nerakamu ya allah.
pengertian yang lain kalau kita hidup mengharapkan surga, pasti suatu saat akan di hisab / di timbang atas perbuatanmu selama hidupmu di dunia, itu tak ubahnya seperti seorang pekerja yg menuntut upah, jika engaku menuntut upah atau balasan, maka engkau akan di tuntut pekerjaanmu, bener apa gak? ...... khiayanat apa gak?...... pura2 apa gak? ......

Bagaimana menurut pendapatmu temen-temen, apa bila kita masuk surga, dan ketika di surga di diamkan Allah, di surga sendirian, tilang tileng, nglamun tak ada temen, seperti nabi adam dulu sebelum di dunia? karena kita menuntut adanya surga,
pertanya'annya, sudah siapkah kita masuk surga? kalo dah siap berarti kamu terlalu berani, bahasa jawanya "kewanen"
Ada Sya'ir Abu Nawas: " Ya allah, saya tidak pantas masuk surga, tapi saya juga gak kuat masuk neraka, maka dengan semua taubatku, ampunilah dosa2ku yang telah lampau.
Di fikir dw yo, ben ora sok keminter ning ngarepe Gusti Allah.
******************************
NB; klo ada yang salah, mohon di benarkan ya, karena saya masih belajar.
Jogjakarta / Sabtu / 25 / April / 2015
Muhson wong ndesooooo
**********************************