KETIKA PANJI-PANJI GROBOGAN BERSUARA

GROBOGAN Adalah Kota bersemi untuk Maju
PURWODADI Adalah Negri kebanggaan pemuda-pemudiku
GODONG Adalah Bumi Persawahan Petaniku
LATAK Adalah Tempat asal kelahiranku

Orang bilang kota Grobogan kota alas penuh dengan rumput dan hutan
Orang bilang kota Grobogan jalannya jelak penuh dengan kerikil dan bebatuan
Orang Bilang kota Grobogan pemudanya hanya buruh kuli bangunan
Orang Bilang kota Grobogan penduduknya lugu dan tak berpendidikan

Bagi kami ucapan itu, tidak sedikitpun bikin kami minder atau patah semangat
Bagi kami kata-kata itu, tidak sedikitpun bikin kami pengecut di masyarakat
Bagi kami ejekan itu, tidak sedikitpun kami menjadi seorang penjilat
Bagi kami cemohan itu, tidak sedikitpun kami seorang pengkhianat.

Kami akan membangun kembali peradaban yang telah lama di tinggalkan
Kami akan menakhlukkan dengan budaya dan sejarah yang telah lama di tinggalkan
Kami menyirami dengan etika sosial dan berbagai macam kesadaran
Kami akan membawanya ke dunia cakrawala keilmuan di masa yang akan datang

Kami akan menakhlukkan negri-negri yang serakah
Kami akan menggandeng tangan persaudaraan negri yang lemah
Kami akan mengibarkan bendera ksatriaan pemuda yang faham sejarah
Kami akan menancapkan prasasti di mana petani bersimbuh darah

Kami bukanlah manusia pengemis
Tapi kami manusia pemelihara dan perintis
Kami bukanlah sosok sok agamis
Tapi kami sosok pecinta lingkungan harmonis

Kota indah yang menyimpan seribu permainan anak jelata dan berbagai macam ke’unikan
Kota sederhana yang mengawali bangkitnya perubahan manusia menuju peradaban
Kota kecil yang di kelilingi bukit alas dan bumi persawahan
Kota bersemi yang masih memiliki ke’arifan lokal dan keluhuran sosial

Aku akan menggocangkan seluruh bumi pertiwi dengan Ilmu yang di berikan tuhan kepadaku
Aku akan mengembara di seluruh pelosok desa-desa untuk menjalin silaturrohmi
Aku akan merangkul kedamain janji suci seluruh pemuda di negri nuswantoro
Aku akan berkelana sampai ajal menjemputku, sehingga anak generasi setelahku sadar, betapa berharga nya anak muda yang mau bercita-cita.

Ber-aneka ragam petani yang menjadi harapan bangsa
Kebudayaan yang memancarkan cahaya kehidupan sosial
Tanah yang di hiasi bumi persawahan yang sangat luas bak ribuan pepohonan
Pemuda-pemudi yang siap menjadi petualang di perantauan sejati di negri sebrang

**************************** Bersambung!
Jogjakarta / Sabtu / 04 / Juli / 2015
Lek Muhson wong ndeso dan sahabat negri grobogan.
*************************