JINAK-JINAK MERPATI


Tahukah kita bercanda dengan burung merpati, tentunya temen-temen sudah semuanya. lantas apasih yang kita pelajari dari burung merpati, karena burung merpati adalah burung setia dan paling romantis, bahkan simbol-simbol orang bercinta di arahkan sperti burung merpati, karena burung merpati tidak pernah selingkuh.

Burung merpati ini sifat sangat setia pada pasangannya. burung yang satu ini tidak mau bercinta / Kawin dengan selain pasangannya. sebutlah antara burung jantan dan betina, kalau si jantan ini meninggal atau di pisahkan, maka si betina tidak mau berpasangan dengan jantan lain. sebaliknya, jika si merpati betina meninggal atu di pisahkan, maka juga tidak mau berkawin dengan jantan lain.  meskipun terbang banyak.

itulah sifat dalam bercintanya si burung merpati. sifat yang lain di hadapan manusia, itu beda lagi.
yang lebih asyik lagi burung bisa bercanda dengan manusia, malah terkadang merpati ini menclok di kepala atau pundak kita, kadang jejer bersama kita, main bercanda bersama, seeakan akan membari harapan pada kita, klo merpatinya seneng pada kita. Akan tetapi, ketika mau di pegang, ehh malah terbang cepat, gak mau lah, menurut merpatinya.
Sama halnya sifat perempuan yang masih gadis atau prawan, terkadang kita main bersama, bercanda bersama, sperti perempuan itu memberi harapan mencintai pada kita, tetapi anehnya, kalau di ajak menikah atau mau di lamar, pasti pasti lari, dan banyak alasan. ya gitulah orang jawa mengatakan dengan sebutan, perempuan itu "Jinak-jinak Merpati".

Ada lagi orang bilang perempuan itu seperti ayam, ketika ayam jantan ingin ngawin ayam betina, lari dulu sampe jauh, stelah tertangkap, ya di terima, di rasakke.
sama dengan perempuan, ketika di ajak pacaran, di kejar-kejar, atau kadang pas di tembak, menolak habis-habisan, pas di lamar juga bilangnya gak suka. tetapi kalau sudah tertangkap pas malam pertama. terasa nikmat (kroso penak) minta lagi.Cuit-Cuiiiiiiiiiit!
jarene Dulkemin; "Jare Kapok Njaluk Maneh" hahahhaha

wis yo! di comen dw
**************
Jogjakarta / Kamis / 12 / Februari / 2016
(Lek Muhson Arrosyid bocah ndeso)