USTADZ KACONG BERFATWA


Mungkin temen-temen seudah mendengar, bahkan sudah mengetahui dengan jelas, bahwa akhir-akhir ini banyak fatwa-fatwa yang berseliweran di kalangan masyarakat kita, fatwa-fatwa ini lah masyarakat menjadi gak nyaman di telinga khususnya kalangan  masyarakat setempat. sampe ujung beradu lidah memecah belah hati orang yang tak selesai di bahasnya. hampir masyarakat yang masih memegang prinsib dari kiyai dan ulama' indonesia di sebut menyebarkan bid'ah.

Contoh begini,
Biasanya orang kampung ketika manjing sholat, setelah adzan di iringi dengan melantunkan syi'ir-syi'ir atau pujian supaya mengingatkan diri kepada allah.
Nah sekarang ini di permasalahkan orang tarbiyah atau jelasnya Orang PKS, salafi, atau organisasi jiblakan dari timur tengan sebut saja Ikhwanul-Muslimin. ada lagi orang HTI, yang sekarang ini gembar-gembor ingin membangun negara kholifah atau khilafah, aku juga gak tahu maksudnya. mereka ini lah yang selalu berfatwa demikian, karena di kota jogja ini sangat banyak, hanya bermodalkan hadist terjemah saja berani membid'ahkan. terkadang anak mahasiswa baru semester tiga saja sudah berubah cara berfikirnya dan bicaranya, yang lebih lucu lagi memanggil temennya dengan sebuta AKHI, UKHTI, ABI, UMMI, seakan-akan dia sudah pandai dalam berbahasa arab. malah sekarang kata ibu sedah bergeser menjadi Ummi.
Menurut pandangan Dulkemin, kata atau kalimat IBU ini adalah bahasa seni budaya yang sangat halus, makanya dalam istilah kalimat ibu ini bisa di sambung menjadi ibu kota, ibu negara, ibu jari, atau istilah lain seperti ASI (Air Susu Ibu). seandainya di ganti dengan kalimat "Umi", maka akan berubah huruf menjdadi ASU (Air susu Umi). kan gak pas dan gak enak dengar bila demikian.

Dalam pandangan yang lain, kenapa orang salafi itu selalu benci dengan sholawatan? ....... alasanya cuma sepele aja. mungkin mereka gak bisa baca sholawat, atau gak bisa membuat pantun, sya'ir kehidupan. dan ini dulkemin sudah mengecek langsung, hampir semua orang Ka-Cong itu gak bisa baca sholawat. malah sepengatahuan dulkemin orang salafi indonesia belum dengar yang hafal Qur'an 30 juz. seandainya hafal, paling banter surat pendek pendek, maaf lho, dulkemin tidak menyindir atau mengkritik, dulkemin hanya jiwit dengan fakta peristiwa, terkadang membawa Al-qur'an aja di cangking, sperti gorengan.
bisa di cek lho. hehehehee

Mata Pelajaran dan Study ustadz Ka-Cong itu ada empat;
1)- Study Bid'ah
2)- Study Syirik
3)- Study tidak ada dalil syar'i , baik Al-Qur'an maupun hadist.
4)- Study tidak ada tuntunan dari Nabi

Kata ustadz Ka-Cong, Katok-Congkrang!
Musuh islam yang paling berbahaya adalah orang NU dan orang peasantren. Karena mereka telah melanggar syari'at islam.
Seperti Orang mengajak tahlilan, orang sholawatan, orang mauludan, orang yasinan, kendurenan, nyaderan, dan sejenisnya
Pokoke sing wong masyarakat cilik yang melakukannya, akan di perangi.
Apik tenan iki.

Sekarang mereka lagi mempersiapkan kader-kader dakwah di seluruh kampus kampus ternama, hebat to!
Ada aktivis baru lagi mau mempersiapkan jihad untuk memerangi syirik, memerangi Bid'ah, memerangi yang tidak ada dalil atau tuntunan dari nabi. kata mereka!
Karena di dunia ini tidak ada musuh islam yang paling berbahaya melebihi NU,dan orang pesantren
Whoooo keren banget semboyannya, ustadz Ka-Cong.

@@@@@@@@@@@@@@
Nb; Ojo nesu yo? Ojo tersinggung, iki sing nulis lg kumat. Hehe
Dulkemin berceloteh.