IBU....... IBU .........Ooooowh IBU

Duhai sang bunda tercintaku .........
Aku tak tahu bagaimana cara berbakti padamu

Lama sudah aku menjauh darimu
Wangi do'amu membekas di sajadah cita-citaku
Aku masih ingat saat masih kanak-kanak
Tasbih yang engkau pegang menggetarkan mimpiku


Aku masih ingat saat mengantar ke seorang guru ngaji
Berpisah meninggalkan rumah demi membentuk jati diri
Dari pangkuan sang ibu menuju asuhan sang guru
Linangaa air mata bercampur bahagia menanti setiap waktu


Malam itu kau mengajariku mengaji
Tikar yang terbuat dari bambu, sebagai saksi
Suara jangkrik di bawah batu tersenyum
Tetesan air mata jatuh seperti mutiara harapan

Kau timang-timang aku ketika aku sakit
Kau jewer telingaku ketika aku nakal
Kau naungi aku ketika aku sedih
Kau nasihati aku ketika males belajar

Bangun tengah malam terdengar aku menangis karena ngompol
Tanganmu yang mengantarkan aku menjadi anak yang berbakti
Didikanmu yang memberikan aku ilmu keluhuran budi
Ketulusanmu yang membuat aku bangkit menjadi manusia berbudi

Kau peluk aku seperti ada pesan yang tersembunyi
Siang malam menanti sang pangeran membelah bumi misteri
Kasih sayang yang tersimpan, membangkitkan gelora perjuangan
keringat dan darah sang ibu sangat berharga di waktu kesunyian

Hidupku damai berkat doamu
Nafasku panjang berkat senyummu
Daya fikirku cerdas berkat asuhanmu
Hatiku mapan berkat suapanmu

Ibu ....ibu ..... ooowh Ibuku!

(Bersambung)
****************************
 Jogjakarta / Minggu / 05 / April / 2015
Lek Muhson wong ndesooo
*****************************