ARTI MENIKAH Dan APA ITU MENIKAH?


Menikah adalah suatu janji murni antara dua sejoli untuk menjaga martabat.
Menikah adalah ikatan resmi, bukan sembarang ngobral janji.
Menikah adalah transaksi suci untuk kehalalan dua kelamin yang berbeda
Menikah adalah mempertemukan dan menjalin persaudaraan antara sesama manusia.

Di dalam pernikahan terdapat mutiara berbagai bentuk relasi kehidupan, janji kesetiaan, melangkah bersama, senyum bersama, sedih bersama, dan menghadap tuhan bersama.

Engkau tidak akan puas dengan kecantikan seorang perempuan, jika hanya sekedar melihat wajahnya yang anggun dan seksi,
Engakau tidak akan puas dengan kegagahan seorang laki-laki, jika hanya melihat sekedar kegantengan fisik.

Engkau tidak akan harmonis dengan kemewahan yang engkau dapatkan, jika tujuan pernikahan tidak di awali ketulusan dan kesadaran jiwa
Engkau tidak akan bahagia dengan kemesraan, jika hanya sekedar ingin melampiaskan nafsu belaka.

Karena di dalam cinta ada samudara kehidupan baru yang yang tak pernah di fahami pemuda yang lajang, hanya orang yang bersangkutanlah yang faham.
Karena di dalam lautan cinta ada dua unsur yang sangat kuat dan sangat penting dan penting sekali, yaitu :


1)- Simpati, di dalam simpati ada beberapa unsur kasih sayang, menghayati, keterlibatan dua kepribadian menjadi satu-kesatuan, keceriaan, kesusahan, penderitaan, dan saling berkorban untuk menyatukan satu tujuan, yaitu ketenangan hidup abadi, (sakinah).


2)- Birahi, di dalam birahi ada dua jenis kelamin yang berbeda, yang di susul dengan naluri seksual, dan di dalam nafsu birahi yang kuat ada sesuatu seperma yang bisa mencerdaskan otak keturunan kita, dari generasi ke generasi berikutnya.

Sebuah sejarah unik di mana tidak ada negarapun yang ada
Sebuah cerita dari dusun di mana tak ada negripun ada
Sebuah Kearifal lokal, di mana tak ada kotapun ada
Sebuah legenda dari desa, di mana tak ada yang bisa menandingi kedamain dunia manapun, hanya di negri kita sendiri

Pernahkah kita mengalami runtang-runtung mengiringi pengantin baru?
Inilah potret wajah-wajah anak-anak bangsa kita.


Di mana zaman itu belum ada sifat-sifat serakah, belum ada sifat kebrutalan sosial, belum ada sok pamer harta dan kemewahan.
Mereka melakukan dengan cinta kasih terhadap sesama manusia, gotong-royong, antara satu kampung, satu Rt, satu RW dan satu dusun ke dusun lain, Asyik to!

Berjalah kaki ber-aneka ragam warna pakaian, mengelilingi bumi persawahan desa, mengingatkan kesemangatan hidup menjadi petani sejati,
Berjalan di bawah pohon kelapa, suasana romantis, dengan suara angin sepoi-sepoi, di iringi sholawat hadroh.
Berjalan di atas tanah basah yang di selimuti rerumputan hijau, sorak-sorak bahagia bagi pasangan pengantin baru.


Berjalan ber-ringan memakai sandal jepit yang sudah putus, di sambung dengan tali rafiyah, kesandung batu di depan, sampek kejrungup nyundul bokonge mbok rondo, menjadi ger-geran saat itu, hahahaha.

****************

jogjakarta / Selasa / 23 / September / 2015
Lek Muhson wong ndesoooo
@@@@@@@@@@@@@@@