MOMENTUM MAIYAH DI SMAN 2 JOGJAKARTA

Apa yang anda lihat, apa yang anda saksikan dan apa yang dengar, semuanya dah jelas dan gamblang. mungkin sebagian temen-temen maiyah menyangka klo nanti malam akan hujan pasca hadirnya caknun dan kyai kanjeng di SMAN 2 jogjakarta, yang sebelumnya 3 malam berturut-turut bumi jogja di gebyur hujan, sampe kalicode meluap ke-pemukiman warga yg berada di bantalan kalicode.

Ada beberapa PR penting yang harus kita mengerti dan fahami, bahwa SMA N 2, yang sebelumnya pernah terjadi tawuran. akan tetapi kita gak usah panjang-lebar untuk membahas masalah tawauran. kami juga gak tahu, tawuran apa, antar siapa, kami juga gak mau tanya macem-macem, ntar jadi "ngglendengi atau ngerasani", kan gak baik membicarakan aib seseorang, yang jelas anak2 dah insyaf, dan melahirkan sikap yang mengarah positif.

Ohya! Mestinya kenakalan anak remaja, katakanlah tawuran, itukan sebenernya yang berperan penting adalah Orang tuanya, dan gurunya, dan juga yang seharusnya yang mengatasi departemen pendidikan, atau sebutlah orang setingkat Mentri-lah gitu. Akan tetapi mengapa para guru sekolah dengan percayanya malah mengundang budayawan MH Ainun-Najib, untuk menyelesaikan atau mempersatukan antara pelajar, orang tuanya, masyarakat luas, dan para guru2nya? ............

Saya kira temen-temen gak harus kita jawab sekrang, klo menjawab cukup dengan bahasa hati aja,. Oke !! .... tp sambil di coment donk! hehehheheee

Kalau menurut saya pribadi, mudah gak perlu panjang lebar, cukup satu jawaban aja, hehehe... karena ini menunjukkan semua guru, pelajar, orang tua pelajar, masyarakat luas, dan para tokoh-tokoh, sudah tidak percaya lagi atau mungkin sudah muak dengan ocehan dinas pendidikan atau lembaga pemerintahan, Maaf ya! kami bukan untuk meremehkan lembaga pendidikan atau pemerintah negara, tapi yang jelas begitulah yang di rasakan masysarakat, contohnya ... ya saya sendiri merasakan.

Padahal menurut informasi dari temen2 maiyah, bahwa MH / caknun ini sudah di bekukan / di bunuh pelan-pelan oleh tokoh2 politikus, dan para dinas2 Lembaga negara, sehingga MH CN tidak boleh perperan di media.

Apakah ini suatu pelecahan terhadap seorang budayawan, sementara budayawan yang satu ini datang ke masyarakat, atau di kota-kota, hanya menjalin persaudaraan, silaturrohmi, mendampingi menyatukan antar ummat beragama, agar menjadi satu tim, untuk berjuang, membangun karakter ummat, tidak saling mengejek, minimal saling menghormati satu dengan yang lain. tidak saling menyalahkan antar lembaga masyarakat dan antar institusi.

Bagaimana menurut pandangan temen-temen Maiyah nuswantoro?............
***********************************
Jogjakarta / Minggu / 26 / April / 2015
Lek muhson wong ndesooooo
*****************************************