BELAJAR MENGENAL DIRI-SENDIRI



Banyak orang terkenal, itu sebenernya di bantu oleh orang yang tidak terkenal.
Banyak orang sukses menjadi kaya, sebenernya itu di bantu oleh orang-orang miskin yang tidak sukses
Banyak orang Pinter menjadi Guru, juga di bantu oleh orang-orang bodoh.
Banyak orang menjadi pejabat pemerintah, itu juga sebenernya di bantu oleh rakyat jelata.
Banyak orang pengusaha aatu pedangang besar, juga sebenernya di bantu oleh pembatu kuli bangunan desa dan buruh petani rakyat kecil.

Mengapa demikian? ........
Contoh pertama,
Pada suatu hari ada seorang bupati mendapat piagam (Kalpataru) hadiah penghargaan oleh presiden, karena telah berhasil mensejah-terakan petani, karena hasil panenan petani sangat bagus sekali dan sangat memuaskan bagi para petani setempat, dan bisa mengharumkan nama kota atau negri, karena itu pak presiden memberi penghormatan pada bupati, hingga akhirnya pak butai sangat terkenal menjadi buah bibir para petani daerah2 lain.

Padahal kalau kita teliti secara mendasar yang menanam padi adalah rakyat keci, rakyat miskin, seperti Lek painah, bude iyem, mbah marsinah, pak karmin, pak pak paino, dan pak paijan. ironisnya yang mendapat penghormatan malah pak bupati. apdahak pak bupati sendiri gak pernah turun ke sawah, artinya pak bupati terkenal berkat jerih payahnya orang kecil dan rakyat miskin. sudah faham temen-temen? heheheee

Terus mengapa pak presiden mengasih pak bupati? kok tidak di kasihkan Bulek painah?
Nanti kalo piagam kalpataru di kasihkan mbah painah, ya gak kuat untuk mengangkat, makanya di wakilkan kepada bupati, gt dong! hehehe

Contoh ke dua
Ada seorang pembalab motor atau mobil, sehingga menjadi terkenal di puja-puja orang. ini pun juga bukan jerih payahnya sendir, ini juga di bantu beberpa seuatu hal komponen yang mungkin di pandang orang tak berperan apa-apa.

Coba saja seorang pembalab motor ketika waktu turnamen, Ban-nya gembos, tidak ada secrup, atau dop, (tempat masuk udara atau penutup angin) apakah nanti bisa jadi juara atau terkenal, saya kira tidak, padahal harganya secrup berapa to, paling gak nyampe 5000, tapi jangan di remehkan,

Artinya kita sebagai manusia walaupun kecil bentuknya, kecil harganya, tapi bermanfaat, bukan berhenti di situ aja, tap jangan melihat nominal harganya, tapi lihatlah peran keberhasilannya dan lihatlah apa yang menyebabkan kita bisa berhasil, pasti dan pasti ada sosok yang membantu, di mana peran itu tak kelihatan oleh pandangn mata seseorang.

Maka dari itu hargailah orang yang di bawah kamu,
Kalau kamu merasa kaya, jangan di hadapan orang miskin. di hutan aja,

Di sebut orang terkenal, karena di sekitarnya ada orang tidak terkenal
Di sebut orang kaya, karena kelilingnya Ada orang miskin,
Di sebut pejabat pemerintah, karena di lingkungannya ada rakyat kecil
Di sebut orang pinter atau guru, karena di sebelahnya ada orang bodoh

Pertanyaannya!
Masih banggakah dengan hasil kerja kerasmu?
yang merasa sok kaya,
merasa sok terkenal,
merasa sok pinter,
merasa sok pejabat,
merasa sok pengusaha?

Di renungi alon-alon sambil di coment. hehehehhee,
biar ada sinyal hati untuk berfikir industrial dan profesional. hehehehe

***************************

Jogjakarta / Minggu / 10 / Mei / 2015
Kang Muhson wong ndesooooo.
***************************************