KETABAHAN ORANG KECIL

 
Mungkin temen-temen pernah melihat sorang ibu-bu yang lagi berjalan kaki yang sedang menjual hasil karya sendiri, dia rela berjalan berjam-jam, bahkan berkiloan meter, apa yang anda renungi ketika melihat orang dusun di depan kita,
Ada beberapa hal yang harus kita temukan dan kita dapatkan pelajaran,

1- Orang kecil jika menjual barang hasil karyanya, hanya untuk bertahan hidup untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

2- Mereka jika menjual tidak mencari laba yang banyak, tapi mereka hanya mengambil bati atau laba sekedar mengobati rasa lelah.

3- Mereka tidak mencari kekayaan, jika di ukur anatar labanya dengan biaya pembuatan dan modalnya, tidak seimbang dengan bati atau labanya.

4- Mereka menjual untuk kepentingan persaudaraan, jika di tawar tidak marah.

Berbeda dengan orang kaya atau pedagang besar yang selalu memikirkan untung dan rugi. ada beberapa hal yang kita temu pedagang besar yang serakah dan rakus.

1- Orang kaya kalo jualan marah di tawar, dan bila barang sudah di beli, karna pembeli tidak tahu barangnya rusak, maka penjual kaya marah, dan tidak boleh di kembalikan

2- Orang kaya jika jualan mencari laba yang besar, bahkan harganya separo dari harga modalnya, malah lebih gila lagi, mereka mengambil barang dari petani dengan harga murah, dan menimbunnya, kemudian di jual dengan harga selangit.

3- Orang kaya selalu menggembor-gemborkan barangnya lewat iklan, dan menutupi kecacatannya,

4- orang kaya selalu meremehkan dagangan karya orang kecil, dengan alasan kuno.

ini baru membahas tentang orang dusun yang menjual ceting, tenggok, tampah, dll.
belum lagi masalah petani padi yang menjual hasil panenannya, petani padi jika di hitung biaya traktornya, ndaut, matun, pupuk, dan biaya obatnya, itu sangat nbanyak sekali pengluarannya, sedangkan penenannya tak seimbang. repotnya selama nandur sampe panen.
Akan tetapi mereka merasa dami dan tenang, meskipun harga pupuknya selagit, mau mengeluh kepada siapa? .....

Mengapa demikian!

Karena mereka jadi petani hanya mengamalkan menjadi petani yang jujur, mereka hanya membangun persaudaraan, meskipun ada petani yang sedikit nakal, tp mereka nakal hanya saat itu aja, dan itu tidak mencari kekayaan.

Bagaiman menurutmu? ....... di comen dewe yo? ..... heheheee

***************
Jogajakarta / Senin / 22 / Juni / 2015
Lek son wong ndesooo