PRODUK TENTANG KIAI



Masih terngiang di telingaku ketika mengahdiri maiyah di Kretek di ponpesnya KH Muzammiil kemaren pada tanggal 4 september 2015, bersama simbah KH Mustofa Bisri Rembang dan Simbah caknun, ada banyak hal yang harus kita kaji kembali, mungkin temen-temen maiyah memahami dengan berbeda, tapi yang jelas kita harus belajar dan menggali apa yang beliau sampekan. agar kita tidak salah memahami memahami nanti. Oke! .....

Di antara tema kemaren menjelaskan simbah KH Mustofa Bisri menggaris bawahi Bahwa kiyai itu ada macem-macem
1-      1- Kiai produk masyarakat;
2-      2- Kiai produk pemerintah; dan
3-      3- Kiai produk pers.

Kiai produk masyarakat 
Kiyai merupakan orang yang sangat dihormati masyarakat dan memanggilnya kiai. Kiai kategori itu tak hanya menyiarkan ilmu agama, tetapi juga mengamalkan. Dia menjadi panutan perilaku saleh. Dia baik dengan Sang Khalik dan baik dengan makhluk.
Setiap jengkal langkahnya untuk masyarakat. Mengawani, mendidik, membimbing, membela, dan menolong masyarakat.
Kata Gus Mus, kiai jenis itu ada meski sangat sedikit. Nah, merekalahsebenarnya yang patut disebut pewaris nabi (waratsatil anbiyaa). Karena itu, kiai produk masyarakat itu mempunyai pengaruh luar biasa di masyarakat. Tidak mengherankan, ketika mereka berpulang, ribuan jamaah menangisinya.

Lalu, kiai produk pemerintah.
Pemerintah selalu memerlukan dukungan untuk kebijakan-kebijakan yang diambil. Untuk itu, biasanya pemerintah berusaha memanfaatkan kiai yang memiliki pengaruh.

Selanjutnya, kiai produk pers.
Pers merupakan pembentuk opini paling ampuh. Lihat saja, di Tv-tv sekarang. Banyak di antara mereka itu yang mungkin secara keilmuan keagamaan pas-pasan. Tetapi, berkat sentuhan pers, ketenaran mereka jauh melebihi kiai produk masyarakat.

Kala itu, Gus Mus menyebut ada lagi kiai produk politisi dan kiai produk sendiri. Mula-mula, seperti halnya pemerintah, politisi atau pimpinan partai berusaha mendekati kiai melalui broker-broker yang bisa saja dari orang ndalem (anak, menantu, atau santri kiai), atau orang luar yang dekat dengan sang kiai. Lama-lama mereka berusaha dan ternyata mampu.
***********
Malah sekarang ini artis di persilahkan untuk berfatwa, padahal mereka tidak mempunyai kapasitas untuk berfatwa, bahkan di dunia intitusi, bisa mengeluarkan sarjana Ustadz,
Sementara kiai / ustad produk sendiri, kemungkinan yang di obral di mana-mana. Modalnya hanya kemampuan akting, menghafal beberapa ayat dan hadist, hafal terjemahan, dan busana kelengkapan seperti ustadz, baju koko, atau lebih afdol lagi dengan bid'ahke konco.

**********************
kepiye menurut pendapatmu sedulurku kabeh? ...... kalo salah di maklumi

YaJogjakarta / kamis / 10 / september / 2015
Lek son wong ndeso.
-------------------------------------------------------------.