SERIBU KASIH IBU

Wangi doa ibuku telah mengalir di seluruh urat nadiku
Senyum merekah bagai bulan purnama.
Setiap waktu, setiap saat, setiap nafas berdoa untuk sang pangeran tercinta
Tak mengenal lelah, tak mengenal sakit hingga bersimpuh darah tak merasa mempel di sekujur tubuhnya


Ketika tengah malam, dia bersujud memanggil tuhannya, kelak di mudahkan cita-citanya
Ketika sang surya bersinar, dia bekerja untuk mempersiapkan kebutuhannya
Ketika sore hari, dia merenung, muhasabah atas berita dari tuhannya
Ketika menjelang malam hari, dia melantunkan kitab suci, yang menjadi pegangan hidupnya


 Masih ingatkah ketika kita masih usia belia, di mana waktu itu sosok seorang ibu tiap hari, tiap malam tak bisa tidur demi seorang putra kesayangan.

Harapan yang penuh seribu cita-cita di tumpahkan melalui doa
Tetesan air mata mengalir deras bak lautan membasahi bumi persada
Seluruh jagat raya mengamini perjuangan sang bunda tercinta
Tangis bagai hujan menyirami tanah kering kerontang menyimpan sabar dan derita


Seorang ibu bisa menahan rasa sakit lapar satu hari,
Tetapi seorang ibu tidak bisa menahan bila anaknya belum makan.
Seorang ibu bisa menahan sakit hati krn cercaan seribu orang
Tetapi sang ibu tidak bisa menahan rasa sakit hati bila anaknya di hina satu orang.

 

Seribu Kasih IBU
Seorang ibu bisa menahan rasa sakitnya ketika di sakiti orang
Tetapi sang ibu tidak bisa menahan sakit hati, bila anaknya di sakiti orang. Meskipun anaknya berbuat salah, cinta kepada anaknya tidak bisa berubah.

Seorang ibu rela menderita bertahun-tahun demi anaknya
Akan tetapi anak tidak berani menderita karena menyenangkan ibunya,

Jika seorang ibu menangis dan murka terhadap putranya, maka seluruh makhluk di muka bumi akan murka terhadap anak tersebut.
Jika seorang ibu berdoa jelek terhadap anaknya yang melukai hati ibunya, maka doa itu lebih cepat dari pada kilat.
Jika seorang ibu bahagia dan berdoa untuk anaknya, maka tergantung pada ank tersebut,
Jika anak itu mau berbakti pada ibunya, maka doanya akan naik ke langit dan di dengar oleh seluruh malaikat, bahkan bisa menggoncangkan arsy nya allah, sebagai rahmat kepada anaknya yang berbakti. 

 ----------------------------------
Kalimat di atas aku temukan di saat aku sedang sedih belum makan karena pingin tirakat,
Saat itu ibuku menelfon aku, tiba2 ibuku bertanya "Sehat Son awakmu?
Aku menjawab, iyo mak, son sehat wahe,
Ibuku bertanya lagi, " La wis ma'em po durung, kok suaramu bedo, ora koyo biasane?
Aku jawab, iyo mak, aku durung ma'em!
Saat itulah ibuku badannya lemes, dan meneteskan air matanya, padahal waktu itu ibuku lg mau makan daging ayam opor, bersama bapakku, akhirnya ibuku gak jadi makan, alias ra kolu.
Sejak peristiwa itu aku selalu merenung, manangis di kamar sendiri, betapa sayangya ibu terhadap anaknya, meskipun jauh di perantauan.
 

#########
Di renungi dw yo? Sambil di comen dw
@@@@@@
Jogjakarta / sabtu / 17 /10 / 2015
Lek Son wong ingusan.