BANGUNLAH JIWA PETANIKU

Aku pernah mendengar bahwa di jaman dahulu kerikil dan bebatuan bisa berubah menjadi emas dan perak di tangan para kekasih tuhan (Wali allah). Jangan berfikir itu bid'ah atau syirik, karena hal itu sungguh bertentangan dengan akal sehat manusia biasa. jika engkau orang bersyukur atau orang Ma'rifat billah, maka batu kerikil dan emas akan tampak sama di hadapanmu.

Sampaikanlah salamku pada orang-orang yang pemuja kekayaan, dan katakanlah pada rajamu, aku lebih kaya dari pada rajamu, dan rajamu lebih miskin dari pada seorang petani desa yang hidup di bakar panasnya matahari.

Sekeping rupiah dapat memuaskan seorang pengemis tua, sementara raja-raja atau pemuja kekayaan akan merasa puas dengan separo kerajaan jagat raya.
Seorang petani desa miskin yang terbebas dari kesusahan, lebih baik dari pada pejabat negara yang di rundung masalah dan banyak kesulitan
Seorang pengimis tua yang terbebas dari kungkunan kesusahan, hidupnya lebih nikamat dari pada presiden yang banyak tekanan.

Orang dusun dan istrinya yang tidak punya hutang, terkadang lebih nyaman hidupnya dari pada menjadi presiden yang hidupnya di dalam Istana
Meskipun setiap hamba di takdirkan menjadi raja, yang satu di takdirkan menjadi tukang penjahit baju, mereka juga mengalami mati, melewati hidup di dunia, merasakan nikmatnya makan, dan mengalami hari, dan waktu pagi, siang, sore, dan malam yang sama. waktu mereka juga 24 setiap hari.
Akan tetapi waktu yang di gunakan berbeda-beda.

Mengapa demikian!
Jika engkau melihat orang kaya yang sombong, pejabat yang jahat, pemerintahan yang banyak lacut, maka engkau bersyukurlah, karena dengan kelemahanmu, engkau tidak dapat melukai siapapun, dan tidak berani menyakiti siapapun,

******************************
Jogjkarta / Selasa / 28 / juli / 2015
Lek Muhson.  anak petani desa.

0 Response to "BANGUNLAH JIWA PETANIKU"

Post a Comment