RENUNGAN DI AWAL TAHUN BARU.



Pernah dengar ada pepatah jawawa mengatakan ;"Maling teriak maling"
Itu adalah  zaman dulu, kadang itu bisa berubah Teroris teriak Teroris, tp entahlah, kita gak tahu kebenarannya.

Setelah kian lama umat islam selalu di pojokkan, di lumuri darah benci kebengisan, kebencian yang membabi buta, tanpa melihat memakai kacamata apapun, semuanya telah di persiapkan.
Berbagai macem tuduhan yang tidak masuk akal, begitu menyihir di masyarakat luas.

Entahlah!
Apakah ini rekayasa belaka?
Apakah ini proyek pemerintah untuk mengalihkan perhatian publik, yg sekian lama jenuh dengan urusan narkoba dan korupsi?
Apakah ini suatu program yang sudah di jadwalkan sebelumnya?
Apakah ini suatu agenda besar, agar seluruh rakyat membenci umat satu dengan umat lain?
Apakah strategi untuk memecah belah umat beragama?
Apakah ini suatu pasar untuk meraih laba besar bagi media?

Semuanya misterius?
Kita semua hanya bengong, plonga-plongo melihat dan mendengar peristiwa itu?
Akankah tragedi ini bisa berhenti sesaat? .....
Lagi-lagi rakyat kecil yang tidak tahu apa apa, menjadi sasaran empuk ledakan mercusuar yg begitu menghantui nya.

Tangis dan duka menyambar di sanubari kita.
Ribuan mata melotot mengarah pembicaraan yg tidak tahu menahu asal usulnya.
Lembaga pesantren yang banyak berjasa dalam urusan pendidikan rohaniyah, kini di lumuri darah kebencian

Semau aparat dan pejabat tergiring oleh media, ikut-ikutan membenci pesantren, seakan akan pesantren sebagai sarang teroris. Masyarakatpun tak mau ketinggalan untuk mencemohnya.

Orang yang menjaga kesucian hidup di masyarakat selalu tak ada tempat untuk bicara kebaikan, bahkan bicara kebenaranpun di bungkam ancaman..

Rakyat kecil selalu di jadikan sasaran kesalahan.
Jika ada yang mengkritik pemerintahan yang salah, maka akan dipasalkan sebagai tuduhan makar

Ancaman yg di tujukan kepada orang kecil, membuat mereka jatuh mental, martabatnya di rampas, kehormatannya di gilas dengan tuduhan yang tak masuk akal.

Semoga ini menjadi renungan hidup!

@@@@@@@@@@

Jogjakarata / sabtu / 16 / januari / 2016

@@@@@@@@