RENUNGAN SEBELUM TIDUR

Setiap sesuatu yang EDI (indah) atau yang bagus, itu akan di cari setiap orang, berbeda dengan barang yang murah, biasanya akan selalu di iklankan bahkan ada marketingnya atau sales yang menyodorkan barang murahannya. .

Contoh Begini.
Emas berlian / Intan permata, itu harganya mahal sekali, klo orang ingin mendapatkanya, harus sembunyi-sembunyi, paling tidak transaksinya di ruang tertutup. berbeda dengan emas palsu, maka cara menjualnya akan di iklankan/ sales, di beberkan di sembarang tempat keramaian, dan itu sudah menjadi hal yg lumrah dan maklum, yg namanya mitasi, akan selalu di di gembor-gemborkan lewat media,
Contoh di atas tersebut berlaku apa saja, baik ustadz, / Lembaga pendidikan.

Begitu juga dengan manusia, Klo manusia mempunyai hati emas berlian, maka setiap orang yang di sekitarnya akan selalu menghormati, dan ingin selalu mendapatkan ilmu darinya, baik ilmu hikmah, keluhuran budi, kehalusan hati, jiwa sosial, bahkan akhlaqnya, dan orang yg berada di sekitarnya akan merasa aman dan nyaman, tidak merasa terancam, bahkan merasa di lindunginya. orang yang belum pernah bertemu akan merasa penasaran dengan ilmunya. dan selalu ingin berguru padanya
Dan sebaliknya manusia berjiwa palsu akan selalu memamerkan gelar dirinya dan mengemis-ngemis di puji di hadapan orang lain, biar di pilih jadi pemimpin, pejabatlah, Tokohlah, biar di sebut ustadzkah, mereka menggembor-gemborkan di keramaian, baik dalam media maupun iklan. agar di sebut manusia emas, padahal cuma besi biasa.

Nah sekarang ini banyak barang2 berseliweran baik kalimat, maupan kata-kata di hadapan kita, entah itu ustadz yang selalu menyalahkan orang lain tanpa mengecek, atau meneliti sejarah, asal-usulnya, seperti kata Bid'ah, syirik, kafir, syar'ii, tidak ada dalil dan banyak lagi kalimat2 yang sekira di ucapkan orang, tapi tidak mengetahui sastra dan nahwu shorofnya, dan ini bisa berujung berdebatan, sehingga terjadi salah-paham, saling menghujat satu dengan yang lain.
Kalau orang itu rebutan, gontok-gontokan tentang kebenaran atau kepintaran, itu-sih masih lumayan, meskipun secara etika gak di pandang baik oleh masyarakat.
Akan tetapi saat ini banyak orang hobi debat, rebutan kebodohan, rebutan jadi ustadz, rebutan pujian, rebutan posisi.         Nyenengke tenan to broo? .....

Maaf, saya tidak maksud menyindir atau mengkritik seseorang, paling nabrak sitik, hehehehe . klo orang tak mau di kritik, suatu saat akan lemah dan sifat karakternya akan gamoh, itu tandanya bisa di katakan orang serakah, klo dia berbuat salah, tak mau mengakuinya. kadang muncul sifat bangga diri di hadapan orang lain. panjang dech,

Nah sekarang pertanyaannya
Bagaimana menurut anda?
Apakah kita manusia emas berlian?
Apakah Kita ini manusia berjiwa / ber hati emas atau besi biasa?
Ohya sahabat pembaca yang budiman!
Saya kira jawaban nya untuk PR dan renungan sebelum tidur,
tapi sambil di coment yo!, heheheh idep-idep biar aku tambah ilmu dari pembaca. hehehehe

###########
JOGJAKARTA / 30 / Januari / 2015
kang Muhson wong nDesooooo

***********************************
NB; kalo ada kalimat yang salah di benarkan ya? ....