HARGAILAH KECERDASAN ANAK DIDIKMU

Jika engakau menjadi seorang juragan atau bos, jangan se-enak memerintah yang bukan tugasnya, dan jangan berfikir supaya ingin di taati atas permintaanmu. berilah kesempatan untuk berfikir, klo  tidak, harta kekayaanmu yang engkau miliki bisa berubah menjadi srigala buas yang siap menerkammu.

Jika engkau menjadi kepala pejabat pemerintah, jangan semena-mena main terhadap bawahanmu, mereka Seperti kerumunan semut yang sangat banyak, yang bisa menggigitmu di saat kamu terlena, kerena, jeritan orang orang kecil yang di dholimi, bisa mendamparkan posisimu menjadi pengemis jalanan. bahkan lebih dari itu, setiap doanya orang yang dholomi, bisa membumbung ke langit menuju tuhannya untuk menyampaikan apa yang engkau perbuat.

Jika engkau menjadi guru, janganlah bercita-cita anak didikmu menjadi sepertimu
Jika engkau menjadi dosen, janganlah bermimpi mahasiswamu menjadi apa yang kau inginkan

Jika engkau menjadi ustadz, janganlah sekali-kali bersumpah ingin di hormati atas ke ustadzanmu.
Jika engkau menjadi orang tua, janganlah menekan kehendak anak dengan semua keinginan nafsumu

Ajaklah dia berfikir, merenung tentang kehidupan sosial,
Ajaklah dia merenung tentang pentingnya mencari keluhuran budi

Tidak semua nasihat atau teori yang engkau ajarkan bisa merubah dirinya
Tidak semua makanan yang engkau makan tiap hari, menjadi daging semua, ada yang menjadi keringat, ada yang mejadi kotoran, dan ada yang mbalik muntah lagi.

Hargailah kreatifitas mereka. Tidak semua anak didik menjadi guru,ustadz, dosen dan juga tidak semua orang jadi pejabat. 

Jangan memaksakan semua murid harus pandai di semua mata pelajaran.
Di kehidupan luar, ketika mengenyam di suatu pekerjaan, nanti akan tampak kedewasaan mereka dan beberapa cabang ilmu saja yang akan dipakai. setiap orang punya kemampuan masing-masing. 

Dan setiap anak didik mempunyai ke-ahlian yang tidak bisa di tebak, karena tuhan menyembunyikan bakat dan karakter setiap hambanya.

Ke-ahlian anak bisa mengasah kreatifitas dan membantu melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda, tidak seperti anak yang selalu penurut bak robot yang patuh pada aturan.

Terkadang anak yang masih labil umurnya, cenderung melawan arus dan punya potensi sukses menjadi pemimpin suatu kelompok atau perusahaan lebih besar dari pada anak penurut pengejar nilai A disemua mata pelajaran yang akhirnya hanya bekerja sebagai karyawan biasa / bawahan.


Terkadang anak didik yang engkau benci dan engkau remehkan justru mengangkat derajatmu dan menjunjung tinggi martabatmu. 
Dan sebaliknya, anak didik yang engkau puja-puja, engkau kasihi, di gadang-gadang menjadi orang pintar, terkadang akhlaqnya buruk, malah justru mencoreng mukamu, bahkan lebih dari itu, kadang menginjak-injak harga dirimu.

Jika engkau ingin menginginkan seperti dirimu, maka semua lembaga akan di isi manusia-manusia cap robot, yang siap di remot kapan saja, menuruti kehendak boss nya. 

Ini pada finisnya anak didiknya muak dengan kehidupan sosial, sehingga pelan-pelan anak didik akan meninggalkan norma-norma-etika.

di comen dw yo ......
*************
NB; Klo ada yg salah di maklumi sing nulis lg kumat! hahahahaa

Jogjakarta / Selasa / 06 / Oktober / 2015
Lek Muhson-Arrosyid wong ndeso
@@@@@@@@@@@