SUMBER PERPECAHAN ANTAR SESAMA


Ada beberapa hal yang harus kita renungi dan kembali membuka buku-buku karya para Ulama' terdahulu,
karena selama ini lupa dan acuh terhadap peristiwa lama.

Ada Empat perkara yang menjadikan persaudaraan kita ini Lemah, Luntur dan berakibat panjang yaitu istilah perpecahan antar sesama ummmat,
di antaranya adalah;


1)- Pemerintahan Atau Politik,
Kita tahu bahwa klo kita bicara politik, dalam bahasa Arabnya "Siyasah" kata siysah ini dulu di gunakan untuk kemilteran, namanya "Strategi", strategi ini pernah di gunakan Oleh Kholid bin walid ketika belum masuk islam, dan yang mengalahkan nabi ketika perang Uhud.


Sementara politik sebagai senjata untuk mencari kedudukan atau posisi tertentu, ini bisa terjadi perpecahan antar penduduk. antar daerah maupun antar rakyat dan ini sudah bejalan panjang sejak dahulu, karena muncul suatu partai di awali dengan sistem pemerintahan yang selalu mengajak berkuasa, menguasai segala bidang. dan di susul dengan pemerintahan sistem Genk. di mana yang berkuasa dialah yang kuat dan menang.
Kata muhammad Natsir "Orang islam ini klo ada musuh baru bersatu, tapi klo gak ada musuh, mereka mencari musuh di kalangan saudaranya sendiri" ..... hebatkan ! ....


2)- Perbedaan Pendapat
Perbedahaan pendapat atau beda femahaman ini juga yang paling mengawali perpecahan antar sesama manusia, meskipun tuhan kita sama, yang orang supaya ingin di akui orang, maka satu-satunya jalan adalah dengan mengkritik pemahaman seseorang, baik dalam masalah taukhid, ibadah, mu'amalah, mu'asyaroh, dan akhlaq, dan hampir semua manusia akan beda berfikir, beda memahami, tidak mungkin sama, cuman, mereka punya adab dan ma'dup apa gak? hehee
Jika orang itu berbeda pendidikannya maka akan berbeda pemikirannya, beda pengalamannya, beda pergaulannya, beda bicara, beda mental dan beda jiwa sosialnya.


3)- Urusan Duwit
Siapapun orang kalo orang itu sudah berbicara dengan uang atau duwit, pasti menggiurkan, entahlah dengan alasan keplepekk, atau urusan mlarat, semuanya akan merasa butuh, tp yang di permasalahkan, bukan uangnya, tapi nafsu serakahnya, tidak syukur yang telah di berikan.
Banyak di manusia untuk mendapatkan uang bisa berani korupsi, membunuh, rebutan warisan, bacok-bacokan dengan keluarga, juga karena urusan uang.
Uang bisa menjadi tongkat orang kaya yang bisa membayar siapa, kapan saja, yang di kehendaki, tinggal pencet remot.
Siapa yang banyak uang dialah yang menguasai medan di lapangan, baik napuk cangkeme pejabat, napuk pengacara murahan dan menapuk mulut para aparat setempat. gitulah kiranya.


4)- Aib Masyarakat
Aib seseorang atau kesalahan atau kejelakan orang ini bisa merembet juga perpecahan batin, pecah persaudaraan, mencaci maki, membenci, antar temen, baik saudara maupun sahabat kantor, semuanya di ujungnya masalah sepele yaitu cacat seseorang, karni sifat manusia benci, yang tak bisa menahan untuk menutupi cacatnya saudara, menjadi soratan utama di masyarakat, baik pemerintah, cara bernegara, semuanya tak lepas dari cacatnya,
 

Contoh lain, 
klo orang itu cinta sama seseorang pasti akan di puji setinggi langiiit, akan tetapi klo orang gak suka atau benci, pasti dan pasti akan di cari cacatnya, akan di cari belang keburukannnya, meskipun sudah taubat, itulah sifat manusia, mengapa demikian!, .... jawab dewe!...

Bagaimana dengan sikap ummat sekarang ini
Adakah ada perpecahan hati?.....
Adakah ada beda pemahaman? ...........
Apakah ada saling merasa pandai? ..........
Adakah ada saling menyadari diri sendiri bahwa kita lagi belajar kebaikan? ........
Sementara guru kita sama, ibadah kita sama, tuhan kita sama.
saya kira temen2 sahabat pembaca tahu dan faham dan kemana kita akan bersahabat,

Sekali lagi saya Maaf ya temen!, kami bukan sok pinter, bukan sok menasihati, atau sok alim, saya juga bukan siapa siapa,
Aku hanya orang desa yang mencintai kebaikan,
Aku hanya menjaga unggah-ungguh kesopanan dalam hidup
Aku hanya khawatir temen2 salah faham dengan semua admin
Aku hanya sekedar mengosongkan hati, agar kita semua jauh dari sifat ke-angkara-murka'an, jauh dari sifat gontok-gontokan antar sesama.

Kalau kita gak mau berubah dari sekarang, terus kapan kita berubah?..
sampe kapan kita gontok-gontokankan, klo kita masih demikian, anak-anak generasi kita nanti mau di dulang makan ilmu apa?....

Di renungi sendiri ya, sambil berdoa.
*******************
Jogjakarta / Ahad / 27 / Juni / 2015
Lek son, bocah ingusan
*************************************