IBUKU ADALAH ANUGRAH DALAM HIDUPKU

Jangan permainkan hati seorang Ibu
Karena laki-laki mempunyai kerajaan juga hasil Didikan dari Kaum IBU

Sahabat pembaca yang budiman!
Pada suatu hari salah seorang raja berkata kepada salah seorang tokoh wanita yang sudah cukup lama berkecimpung mengelola yayasan pendidikan khusus wanita. Seorang raja bertanya? "Apa lagi kekurangan yang harus kita sempurnakan agar kita bisa membentuk anak-anak gadis kita menjadi orang yang baik? "Tokoh wanita itu menjawab,"Kaum Ibu."

Benar, ini adalah sebuah jawaban yang sangat sederhana dan singkat. Tetapi, kita di tuntut berfikir secara mendalam untuk memmahami artinya dan menolehkan pandangan jauh ke depan untuk mengetahui tujuannya. Mengingat kaum pria yang bakal memainkan peranan besar dan penting untuk masa depan anak cucunya adalah hasil pekerjaan tangan kaum ibu dan buah dari pendidikan yang di lakukan oleh kaum ibu. Maka, kita jangan heran apa bila para wanita masalah pendidikan di sangkut pautkan dengan peranan yang sangat mulia dan penting, agar mereka menjadi ibu-ibu yang sempurna dan mampu membentuk dan mendidik calon kader-kader di masa mendatang.

Kita sudah mengetahui dengan jelas bahwa semua pemimpin dunia, bangsa, maupun masayarakat, mereka mereka itu adalah hasil didikan kaum ibu. Jadi jelasnya wanita (kaum ibu) adalah ibarat tanah. Apa bila kaum ibu itu di biarkan terlantar begitu saja, maka akan menumbuhkan ilalang. Tetapi apa bila di rawat dan diolah dengan baik, maka akan mengeluarkan hasil-hasil yang baik dan bermanfaat bagi manusia.

Jika kita ingin menyiapka gadis-gadis kita untuk suatu kemajuan yang betul-betul dan cocok apa yang kita inginkan, maka tidak ada cara lain memberi paluang kepada mereka untuk menuntut ilmu pengetahuan.
Seperti kata mutiara seorang penya'ir mengatakan;
"Apabila anak-anak gadis tidak di bekali ilmu pengetahuan sememjak kecil, maka dia akan mederita siksaan kebodohan setelah dewasa."

Akal yang terdidik jelas lebih mampu mengetahui kewajiban serta melaksanakan dari pada akal yang tidak terdidik. Karena itu wajar apa bila seseorang tak bosan-bosan menasehati kaum wanita khususnya remaja remaja putri. Carilah ilmu secukupnya, jagalah hehormatan dan martabatnya sebagai kaum hawa, dan hiasilah akhlaq yang mulia. Sebab, ilmu tanpa di barengi dengan akhlaq bagaikan buah yang tidak ada rasanya.
Seperti kata mutiara mengatakan;
"Janganlah kita menyangka ilmu itu bermanfaat dengan sendirinya, karena ilmu itu membutuhkan akhlaq yang baik, sopan santun, dan ke-tawadhu'an (sifat rendah diri)."
*******

JOGJAKARTA , Selasa- 23 / 12 / 2014
kang-Muhson Arrosyid. wong nDeso.
*************************************************